Kemarin aku ke kampus UNY. Sewaktu hendak ke FBSB dari Admisi, aku melewati jalan di rektorat. Aku melihat ada bolpoin hitam tergeletak di tengah jalan, dan sebagai stationery enthusiast yang masih sering menulis-tangan, bolpoin itu langsung aku kenali, Zebra Kokoro Black 0,5 mm.
Aku lalu terpikir untuk mengambilnya.
Tetapi kemudian aku teringat kata Mas Adi, psikolog kami, di saat sesi tanya jawab meditasi Rabu beberapa bulan lalu. Kurang lebih pesannya adalah: kita tidak boleh mengambil yang bukan hak kita. Misalkan kita nemu uang segepok di jalan, kalau bukan milik kita, ya jangan diambil, tetapi diserahkan ke pihak security, misalnya. Jadi, yang punya uang bisa menemukan uangnya kembali. Mas Adi juga kalau nemu uang di jalan, meski hanya seribu – dua ribu, tidak diambil. Atau diambil, tapi dimasukkan ke kotak amal di masjid yang dilewati.
Sepele ya, sebatas seribu – dua ribu rupiah. Tetapi mental memang harus dibiasakan.
Kembali ke bolpoin di jalan menuju rektorat tadi. Aku berpikir ulang dan memperpelan laju motorku. Aku tidak yakin si pemilik bolpoin akan mencari dan menelusuri seluruh UNY demi bolpoin Kokoro-nya yang jatuh ini. Bolpoin ini hanganya hanya lima ribuan di Toko Merah dan Roekoen, enam ribu lebih sedikit di Pamella 1, dan kalau beli online bisa dapat lebih murah daripada di Toko Merah dan Roekoen. Sedikit lebih murah. Dan kenapa aku tau? Stationery enthusiast jee, wkwk… Dan kebetulan aku pakai bolpoin ini juga, jadi sering beli bolpoin Kokoro(notomo) ini hehe…
Bolpoin ini bukan bolpoin mahal dan mewah seperti yang dipakai tanda tangan orang-orang penting. Dan di bolpoin ini tidak tertera identitas pemiliknya.
Oh ya, kalau aku punya buku catatan, buku tulis, atau binder, biasanya aku tulis nama dan nomor telepon, dan akun social media. Siapa tahu bukuku hilang, jadi yang menemukan bisa menghubungiku. Tapi aku juga tidak pernah melakukan hal yang sama untuk bolpoinku sih. Ga muat soalnya kalau ditaro nama + akun IG + nomer WA hehe. Apalagi kalau mau ditambah alamat email, alamat rumah lengkap dengan RT RW dan kode pos, nama kampus, nama jurusan, zodiak, shio, makanan favorit, minuman favorit, film favorit, lagu favorit, hobbies and interest, dowo banget kaan, krikk…krikk apasih… wkwk..
Lalu aku berpikir lagi.
Aku sebagai orang yang melihat bolpoin ini tergeletak di tengah jalan, sudah jelas tidak bisa membantu bolpoin ini untuk menemukan pemiliknya, mustahil banget. Bolpoin ini juga bukan uang dua ribu yang bisa dimasukkan ke kotak amal. Tetapi aku bisa membantu bolpoin ini agar tak remuk terlindas ban motor dan ban mobil, dan menjadikannya lebih bermanfaat.
Aku arahkan motor untuk putar balik. Bolpoin tadi aku ambil dan aku simpan.
Leave a Reply