: Catatan Seorang Bipolar
(Puisi oleh Dyah Ari Wijayanti, 2024)
Coba tanyakan kepada bumi,
apakah ia terganggu karena memiliki dua kutub yang berlawanan?
Coba tanyakan kepada bumi,
apakah ia mengeluhkan takdir Tuhan akan keberadaan?
Coba tanyakan kepada bumi,
apakah ia menderita disiksa manusia tatkala ia manjakan mereka dengan segala anugerah kebaikan?
Coba tanyakan kepada bumi,
adakah ia menyimpan dendam dan sedang menyiapkan balasan?
Kepada manusia atas siksaan
Kepada semesta atas beratnya tanggungan
Kepada berlikunya garis takdir Tuhan
Coba tanyakan kepada bumi,
mengapa ia tetap berputar riang, seolah tak mempedulikan?
Coba tanyakan kepada bumi,
apakah ia menyelami dalamnya lautan perenungan?
Dari perempuan pengidap gangguan bipolar
yang melihatnya sebagai teman
Karena dua kutubnya menandakan bahwa bumi Bipolar juga, bukan?
Keterangan:
Gangguan Bipolar adalah gangguan mental berupa perubahan suasana hati yang ekstrim. Bi berarti dua, polar berarti kutub. Penderita Gangguan Bipolar memiliki dua kutub suasana hati yang sangat berkebalikan, yakni depresi dan mania. Mania ditandai dengan semangat yang menggebu-gebu, tidak merasa lelah walau tidak tidur berhari-hari, banyak ide yang tidak realistis dan cenderung membahayakan. Sungguh benar-benar kebalikan dari depresi, yang umumnya ditandai dengan mengurung diri, murung, sedih berkepanjangan dan tidak ada energi sama sekali.
Penulis mengidap Gangguan Bipolar selama 13 tahun terakhir. Tidak hanya Gangguan Bipolar murni saja, penulis juga mengalami gejala psikotik, berupa halusinasi dan delusi, sebagaimana yang dialami pengidap Skizofrenia.
Puisi ini menggambarkan keresahan penulis akan stigma yang melekat pada Orang Dengan Bipolar (ODB), dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pada umumnya. ODGJ seringkali terbuang dari masyarakat. Tetapi dalam puisi ini, penulis ingin menegaskan bahwa bahkan bumi pun, dengan dua kutubnya, adalah bipolar juga.
Leave a Reply